Selasa, 02 November 2010

sebuah sore yang indah

Sudah sepatutnya saya bersyukur. Mungkin pada guratan jalan, mungkin untuk keadaan, mungkin pada pilihan yang ditawarkan, mungkin untuk sesuatu yang saya sebut Tuhan....
Oke, saya sadar saya adalah seorang pemikir yang ulung. Sampai hal-hal remeh tidak penting pun dapat mengganjal di otak saya selama beberapa waktu, sampai akhirnya saya menemukan jawaban logis dan perasaan saya siap untuk say good-bye pada hal tersebut.
Dan hari ini saya mendapatkan sebuah pelajaran baru akan apa yang disebut kepasrahan...
Awal yang bukan merupakan akhir dari sesuatu. Awal yang sama sekali bukan barang baru. Sebuah awal yang hanya memutar kembali makna-makna yang sebelumnya telah ada, namun terkubur rapi sekian lama.
Sebuah makna, sebuah cerita.
Ada emosi. Ada keresahan hati. Ada sebuah tanda tanya, mengapa semuanya seakan menggila di kepala.
Lewat doa yang menggugat, lewat senyum yang tersirat, lewat tangis yang terisak.
Dan tiba-tiba saja saya berada pada pemahaman ini. Pemahaman, bahwa adakalanya hal yang terjadi tidak tepat seperti yang kita kira. Bahwa setiap inci dari hidup kita telah direncanakan dengan saksama seindah dan seagungnya. Bahwa yang perlu kita lakukan hanyalah percaya.
Na prahasyet priyam prapya
no 'dwijet prapya ca priyam
sthirabuddhir asammudho
brahmawid brahmani sthitah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar