Tiba-tiba kembalilah saya pada dunia maya saya. Dunia fiksi penuh gulita yang dengan jelas menggambarkan keabu-abuan emosi di kepala. Kebimbangan yang dibingkai cemas, bertabur harap. Dan tanpa sadar saya telah jatuh terjerembab. Saya selalu saja menjadi i-dont-know-what-to-do ketika berada dikondisi saat ini, di pemikiran ini, di perasaan ini... Banyak kata kalau bertebaran, bahkan tanpa alasan.
Sebenarnya saya menyukai "kondisi" ini. Saya benar-benar menikmati perasaan ini. Hanya saja, kebingungan plus kebimbangan ini selalu hadir menyertai. Makin lama makin menjadi-jadi. Dan saya kembali bertransformasi menjadi seorang Santi yang mengenakan seragam putih-abuabu. Kembali ke masa transisi kanak-kanak dulu. Semuanya sama. Hanya terdapat sedikit perbedaan usia. Haha,,kapan dewasanya coba?
Honestly i forget when did i write it. I think it's couple years ago. Terlalu banyak potonganpotongan cerita tak usai yang ditulis sembari moment berjalan. Dan bukan perkara mudah membagi emosi untuk dinikmati sendiri dan juga untuk disimpan dalam pagar aksara di ruang ini. Tapi sepertinya (saya) perlu secara berkala membuka lembaran lama untuk kembali mengingat halhal yang perlu saya ingat. Poinpoin yang perlu saya catat. Dan (kembali) patrikan kuatkuat.
<1desember2012_01:23>1desember2012_01:23>
<1desember2012_01:23>1desember2012_01:23>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar