Setelah lama absen dan sengaja alpa, aku tengok ruang ini untuk mencari secercah inspirasi. Di tengah kekacauan di kepala yang sedang ku upayakan tata, kebelumjelasan arahan ke depan, serta ketidakberanian melangkah di tahap sekarang, aku sedang beberes lalu mengiba jeda. Lelah, karena belum terbiasa.
Hai Semesta!
Tanpa perlu banyak aksara, kamu menjawab doa yang kuucapkan tanpa berpikir panjang. Ya benar Tuhan maha tau, tapi Ia menunggu. Setelah sekian tahun harapan tersebut terkubur, sekarang ia hadirkan dalam diam. Dan aku terkejut. Hal ini bukan hal yang mudah dijalani. Dulu aku bukan hanya menantang diri sendiri. Aku menantang semesta yang berkonspirasi.
Setelah lama tidur panjang, ia dipaksa bangun. Tidak mudah membuatnya terjaga dengan energi yang prima. Berat dan melelahkan, tapi layak diupayakan. Mau ngga mau, bisa ngga bisa, sanggup ngga sanggup. Bangun. Menata ulang tujuan. Mengerahkan segala daya ke arahnya. Bukan hanya demi ketercapaian tujuan tersebut, tapi juga demi perasaan sederhana merasa berarti. Menghargai hidup dengan hidup sebenar-benarnya hidup. Klise dan terdengar tidak istimewa. Sampai kita dihadapkan pada situasi yang hanya kita yang tau dan pahami. Perasaan yang hanya kita yang mengerti.
Mari kembali memulai langkah. Lebih tegas dibanding sebelumnya.
You don't have to be strong. All you need is to be brave and do it anyway.
Sebuah pencapaian pribadi tidak membutuhkan sorak sorai orang banyak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar