Ruang
Tetaplah menyimpan. Melepas tanpa membuang. Berjalan ke depan tanpa melupakan.
Jumat, 22 Januari 2021
Lampau
Selasa, 26 September 2017
Tujuan
Sebuah pencapaian pribadi tidak membutuhkan sorak sorai orang banyak
Jumat, 14 Agustus 2015
Welcome. Again.
Komando yang saya mengerti adalah saya harus menulis saat ini. Mungkin untuk menyimpan perasaan sunyi. Mungkin untuk membuang benci. Mungkin untuk melupakan jeda waktu. Mungkin untuk menepis rindu. Aku tak tau.
Gila ya lama sekali memendam rindu pada aksara. Sekitarku buku berserakan separuh terbaca separuh berharap dibaca separuh diletakkan sekenanya, tapi aku merasa demikian jauh dari kata. Agaknya ini semacam danau yang mengalir. Jika diisi tanpa dialirkan atau dituang ia akan menjadi payau. Pekat hitam. Yuck.
Rindu tapi tak melangkah ke manamana. Terpekur dalam perasaan rindu, lalu lupa, ingat rindu lagi, lupa lagi, rindu lagi. Sampai kiamat juga akan tetap ada yang ngganjel. Yah semoga saja aku nanti ngga nyesel. Lingkaran sempurna. Bukan spiral ke atas, apalagi ular tangga.
Pada saatnya nanti kita akan lupa detik demi detik yang pernah kita appreciate keberadaannya. Atau beberapa pengalaman singgah yang membuat jengah dan kita harapkan diri kita cepatcepat lupa. Memori cuk. Rata. Sama. Keduanya menjadikan kita diri kita sekarang. Dan kita adalah tulang punggung diri kita di hari mendatang.
Akankah kita menyalahkan? Atau berterima kasih? pada diri kita saat menengok ke belakang.
Aku cuma berharap kamu di masa depan sehat bahagia dan jauh lebih baik dari sekarang, San. Ku bantu sebisaku. Sekarang, tidur.